<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831</id><updated>2011-04-21T11:44:12.765-07:00</updated><title type='text'>Breakfast</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-7117460308174838426</id><published>2008-06-25T02:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T02:42:02.348-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sebuah pemikiran.. untuk Anda yang telah dan sedang mencari pasangan hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Cinta dan Kecocokan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang Anda lihat dari pasangan Anda, Cinta atau Cocok? Hal-hal yang membuat anda Cinta padanya atau Hal-hal yang Anda merasa Cocok dengan pasangan? Apakah harus mencari kecocokan dulu untuk mencintai seseorang, ataukah mencintai seseorang dan lalu mencari kecocokan diantara Anda dan pasangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali Tanpa sadar kita terjebak pada pemikiran seperti ini, bahwa mengarungi hidup dengan seseorang yang kita cintai harus mempertimbangkan mengenai adanya kecocokan atau ketidak-cocokan antara kita dengan pasangan.. Suatu pemikiran yang menurut saya (jika tidak bisa dikatakan sangat mustahil) amat sulit untuk diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin mencari seseorang yang memiliki semua hal-hal yang harus cocok dengan Anda??? Mungkin dalam beberapa hal Anda memiliki kecocokan dengan pasangan Anda, tapi coba lihat.. betapa banyak ketidak-cocokan yang ada pada Anda dan pasangan Anda. Lalu apakah itu lantas menjadi alasan Anda tidak bisa berjalan bersama dengan pasangan (suami atau isri) menapaki perjalanan yang panjang, sebagaimana apa yang dulu Anda dan pasangan Anda cita-citakan... menjalani hidup bersama dalam suka dan duka dalam keridhoan Allah SWT, karena sesungguhnya Allah adalah saksi bagi tiap2 pernikahan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu banyak hal2 yang tidak Anda sukai pada pasangan Anda. Begitu banyak hal2 yang tidak cocok antara Anda dengan pasangan. Barangkali kalau Anda buat daftar apa2 yang Anda sukai, bisa jadi ternyata tidak sama dengan apa yang disukai pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-          Untuk hal-hal yang prinsip, mungkin Anda tidak cocok dengan pasangan (istri) dalam hal mendidik anak. Anda mungkin lebih memilih menerapkan sikap tegas dan keras dalam mendidik anak, sedangkan pasangan Anda mungkin memilih menerapkan kasih sayang dan kelembutan.. TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-          Contoh hal yang ringan.. Anda mungkin menyukai hal-hal yang bersifat kegiatan di luar rumah, misalnya Makan di luar, Nonton Bioskop, Melakukan Petualangan (Riding) ke luar kota.. Mungkin pasangan Anda tidak menyukai semua itu... TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-          Mungkin Anda termasuk orang yang sangat perfeksionis dan suka memperhatikan segala sesuatu secara detail.. Sementara pasangan Anda termasuk orang yang agak ceroboh dan kurang memperhatikanhal2 detail... TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-          Misal Anda suka membaca, sementara pasangan Anda tidak.. TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-          Barangkali Anda termasuk penyuka film Action/Thriller/Drama/Fiksi, sedangkan pasangan Anda menyukai film Komedi.. TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-          Anda termasuk orang yg boros, pasangan Anda hemat.. TIDAK COCOK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak hal lain yang bisa kita buat sebagai daftar ketidak cocokan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi banyak hal2 yang mungkin disukai pasangan Anda, sementara Anda tidak menyukainya... Karena Manusia pada dasarnya memang dilahirkan sebagai makhluk yang kompleks dan dengan isi kepala dan keinginan yang beragam, dan selalu mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia yang mempengaruhi kedewasaan sikap seseorang. Maka akan selalu ada ketidak-cocokan antara Anda dengan pasangan Anda. Allah menciptakan segala sesuatu berlawanan di dunia ini, dan menjadikan semua itu sesuatu yang Anda sebut sebagai HARMONI.. KESEIMBANGAN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;THEN SO WHAT????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah ini menjadi penghalang untuk Anda bisa terus berjalan dengan pasangan Anda???&lt;br /&gt;No, I dont think so!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidak-cocokan adalah anugerah yang membuat hidup Anda sangat dinamis dan semarak. Allah menciptakan segala sesuatu berlawanan di dunia ini, dan menjadikan semua itu sebagai sesuatu yang sering kita sebut sebagai HARMONI.. KESEIMBANGAN dan KESELARASAN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketidak-cocokan adalah sarana bagi Anda untuk saling menghargai pasangan Anda, menerima pasangan Anda apa adanya.. as a human being. Not as an angel.. Karena kesempurnaan adalah milik Sang Khalik dan apa2 yang Dia inginkan agar sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketidak-cocokan adalah cara Anda untuk menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"HOW MUCH I LOVE YOU.. I dont care about what's different between us. What I care is, God has given me some one to whom I fall in love with.. Fall in love with you..." Allah yang memberikan kasih sayang ini (atau apa yang Anda sebut sebagai CINTA) agar Anda bisa menjalani kehidupan ini seterusnya bersama pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah yang menciptakan cinta yang tumbuh di hati Anda dan pasangan Anda masing-masing, dan Allah yang mempertautkannya sehingga Anda menjadi berpasang-pasangan, dalam ikatan pernikahan... Agar dengannya Anda bisa menikmati kenikmatan duniawi, memiliki keturunan.. Hidup dalam kesempurnaan sebagai manusia.. Hidup dalam keharmonisan dan keselarasan sebesar apapun perbedaan yang ada karena cinta telah menjadi pengikat yang erat.. dan cita-cita yang sama sebagai tujuan hidup, menjadi keluarga SAKINAH, MAWADDAH, WA RAHMAH... Hingga akhir hayat Anda. Dan... Cinta jugalah yang pada akhirnya akan mempertemukan Anda dan pasangan Anga kelak di akhirat nanti..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Di akhirat nanti, setiap laki-laki akan ditemani oleh istri-istrinya".. Istri/Suami adalah pakaian bagimu. Maka sudah seharusnya Anda menutupi segala kekurangan (dalam pengertian lain ketidak-cocokan) pasangan Anda dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sejati&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta sejati adalah cinta yang berakar di dalam hati, tumbuh dan bersemi setiap hari, setiap saat, setiap detik, tak kenal waktu, dan yang menjadikan Anda dan pasangan Anda bangun dan terjaga setiap pagi dan merasa Anda seakan baru saja bertemu dan merasakan jatuh cinta dengan pasangan Anda kemarin..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta sejati adalah ketika Anda merayakan hari jadi pernikahan yang ke 5.. ke 10.. ke 15.. ke 17.. ke 20.. ke 25 dan seterusnya, sementara Anda seakan merasa bahwa Anda baru saja menikah setahun yang lalu, atau 6 bulan yang lalu, atau.. rasanya baru seminggu yang lalu.. atau, ahhh.. seperti baru terjadi kemarin. J&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta sejati adalah cinta yang tidak mengenal perbedaan n ketidak cocokan. Cinta sejati adalah cinta yang karenanya Anda bisa mengabaikan hal-hal yang negatif pada pasangan Anda dan menjadikan Anda yakin dan berani mengatakan bahwa pasangan Anda (saat ini) adalah yang sempurna dan yang membuat Anda sempurna... dan lengkap. "You fill me up and you make my life complete", begitu orang barat sering bilang... J&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang telah menjalani kehidupan sebagai suami istri, cobalah hitung berapa lama anda telah menjalani kehidupan dengan pasangan anda. Pernahkah anda merasakan, sepertinya baru kemarin anda dan pasangan bertemu.. Dan lihatlah, betapa banyak perbedaan dan ketidak cocokan yang ada pada anda dan pasangan anda.. Namun betapa hebatnya cinta yang anda dan pasangan anda miliki, telah merubah ketidak-cocokan menjadi sebuah KEHARMONISAN.. dan KESELARASAN.. Itulah keindahan dari Cinta.. Hakekat Cinta yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencari Pasangan Yang Cocok???&lt;br /&gt;Memang tidak selamanya salah, namun juga tidak seharusnya demikian. Why? Alasan mencari kecocokan atau menghindari ketidak-cocokan, hanya akan menjadikan seseorang berada dalam pencarian yang tidak berakhir.. How come? Karena tidak mungkin mencari seseorang yang 100% memiliki kesamaan dan kecocokan dengan Anda. Masa berpacaran (apalagi berlama-lama) yang menjadi dalih untuk mencari tahu kesesuaian (kecocokan) antara laki2 dan perempuan, hanya akan merugikan pihak perempuan. Apakah Anda ingin 'dipacari' ketika pasangan Anda merasa cocok dengan Anda, lalu suatu ketika Anda ditinggalkan pasangan Anda hanya karena pasangan Anda mendapatkan kenyataan bahwa Anda dan pasangan tidak memiliki kecocokan. Atau sebaliknya.. apakah Anda begitu tega hati 'memacari' pasangan Anda semata-mata untuk mencari kecocokan terlebih dahulu dan lalu meninggalkan pasangan Anda ketika menyadari tidak cocok. Apalagi sampai 'habis manis sepah dibuang'... Itukah yang Anda inginkan? Tegakah Anda bersikap seperti demikian?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Think About It!!!&lt;br /&gt;Maka ketika Anda merasakan Cinta itu datang --Cinta yang datangnya dari hati dan bukan Cinta yang disilaukan oleh pandangan.. pasangan yang cantik/gagah, harta yang melimpah, sikap yang baik dan manis, dll-- maka tangkaplah. Cinta yang Allah telah menggetarkan lubuk hati Anda yang paling dalam dan memberikan keyakinan pada Anda.. bahwa inilah pasangan (jodoh) yang diberikan Allah kepada Anda. Dan ketika anda ragu.. maka berdoalah: "Ya Allah, jika dia memang benar-benar seseorang yang baik untukku dan Engkau berikan untukku, maka dekatkanlah dan permudahlah.. Namun jika dia memang seseorang yang kelak akan membawa mudharat bagiku, maka bukakanlah mata hatiku agar aku bisa melihatnya".. Sesungguhnya wanita yang baik akan memperoleh laki-laki yang baik.. Dan laki-laki yang baik, akan memperoleh wanita yang baik..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ramli Firmanco - "Sebuah Pemikiran"] Februari 2006 ... belajar menulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-7117460308174838426?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/7117460308174838426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=7117460308174838426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/7117460308174838426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/7117460308174838426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/06/sebuah-pemikiran.html' title=''/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-8796239362730897099</id><published>2008-05-23T12:04:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T12:05:58.826-07:00</updated><title type='text'>Eat Less Rice</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;The human body  was never meant to consume rice!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt; &lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; You see, our genes have  hardly changed in more than 30,000 years. However, our food choices and  lifestyle have changed dramatically. The caveman would hardly recognise our  food or way of life.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Caveman food was never cooked as fire was not yet tamed. Thus, he ate only  those foods that you can eat without treatment with or by fire. He ate  fruits, vegetables, fish (sushi anyone?), eggs, nuts and meat. Yes, even  meat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;You can even eat meat raw&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; if you were starving in the forest. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;You have the necessary enzymes to digest meat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;However, rice, like wheat and corn,  cannot be eaten raw. It must be cooked.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Even if you were  starving in the desert, you cannot eat rice in the raw form. This is because  we do not have the system of enzymes to break rice down. You were never  meant to eat rice. To make matters worse, you not only eat rice, but also  make it the bulk of your food.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;In  some parts of Asia, rice forms up to 85% of the plate. Even if you take  rice, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:blue;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue;"&gt;keep it to a minimum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt; &lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Remember, it is only for  your tongue - not your body. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:red;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Actually, rice and other grains like  wheat and corn are actually worse than sugar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; There  are many reasons:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Rice becomes sugar - lots of it!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;This is a fact that no nutritionist can deny: rice is chemically no  different from sugar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;One bowl of  cooked rice is the caloric equal of 10 teaspoons of sugar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;  This does not matter whether it is white, brown or herbal rice. Brown rice  is richer in fibre, some B vitamins and minerals but it is still the caloric  equal of 10 teaspoons of sugar. To get the same 10 teaspoons of sugar, you  need to consume lots of kangkong-10 bowls of it.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Rice is digested to become sugar.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Rice cannot be digested before  it is thoroughly cooked. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;However, when  thoroughly cooked, it becomes sugar and spikes circulating blood sugar  within half an hour-almost as quickly as it would if you took a sugar  candy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Rice is very low in the 'rainbow of anti-oxidants.  '&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;This complete  anti-oxidant rainbow is necessary for the effective and safe utilisation of  sugar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Fruits come with a sugar called fructose. However,  they are not empty calories as the fruit is packed with a whole host of  other nutrients that help its proper assimilation and digestion.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Rice has no  fibre.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; The fibre of the kangkong fills you up long before  your blood sugar spikes. This is because the fibre bulks and fills up your  stomach. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Since white rice has no fibre, you  end up eating lots of 'calorie dense' food before you get filled up.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Brown rice has more fibre but still the same amount of  sugar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Rice is  tasteless-sugar is sweet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; There is only so much that you  can eat at one sitting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;How many  teaspoons of sugar can you eat before you feel like throwing up? Could you  imagine eating 10 teaspoons of sugar in one seating?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Rice is always the main part of the meal. While sugar  may fill your dessert or sweeten your coffee, it will never be the main part  of any meal. You could eat maybe two to three teaspoons of sugar at one  meal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-style: italic;"&gt;However, you could easily eat the  equal value of two to three bowls (20-30 teaspoons) of sugar in one  meal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; I am always amused when I see someone eat sometimes  five bowls of rice (equals 50 teaspoons of sugar) and then asks for tea  tarik kurang manis!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; There is no real 'built in' mechanism for us to prevent overeating of  rice:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;How much  kangkong can you eat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;How much fried chicken can you eat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;How much steamed fish can you eat? &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Think about  that!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt; &lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;In one  seating, you cannot take lots of chicken, fish or cucumber, but you can take  lots of rice. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Eating rice  causes you to eat more salt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-style: italic;"&gt;As rice is tasteless, you tend to consume more salt-another  villain when it comes to high blood pressure.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; You  tend to take more curry that has salt to help flavor rice. We also tend to  consume more ketchup and soy sauce which are also rich in salt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Eating rice causes you to drink less  water.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; The more rice you eat, the less water you will  drink as there is no mechanism to prevent the overeating of rice. Rice,  wheat and corn come hidden in our daily food. As rice is tasteless, it tends  to end up in other foods that substitute rice like rice flour, noodles and  bread. We tend to eat the hidden forms which still get digested into sugar.  Rice, even when cooked, is difficult to digest.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Can't eat raw rice? Try eating rice half cooked.  Contrary to popular belief, rice is very difficult to digest. It is 'heavy  stuff'. If you have problems with digestion, try skipping rice for a few  days. You will be amazed at how the problem will just go away.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Rice prevents  the absorption of several vitamins and minerals.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Rice when taken in bulk will reduce the absorption  of vital nutrients like zinc, iron and the B vitamins.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Are you a rice addict? Going rice-less may not be easy  but you can go rice-less. Eating less rice could be lot easier than you  think. Here are some strategies that you can pursue in your quest to eat  less rice:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Eat less  rice-cut your rice by half.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt; &lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; Barry Sears, author of the  Zone Diet, advises 'eating rice like spice'.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Instead, increase your fruits and vegetables.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Take more lean  meats and fish.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;You can even take more eggs and nuts.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Have 'riceless' meals. Take no  rice or wheat at say, breakfast. Go for eggs instead.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;Go on 'riceless' days-Go 'western' once a week.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Take no rice  and breads for one day every week.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; That can't be too  difficult. Appreciate the richness of your food. Go for taste, colours and  smells. Make eating a culinary delight. Enjoy your food in the original  flavours.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt; &lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-style: italic;"&gt;Avoid  the salt shaker or ketchup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt; &lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; You will automatically eat  less rice.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt;Eat your  fruit dessert before&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-style: italic;"&gt;(Yes!  No printing error)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: red;"&gt; your meals.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;color:#2f2f2f;"  &gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(47, 47, 47);"&gt;The fibre rich fruits will 'bulk up' in your stomach. Thus, you  will eat less rice and more fruits.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt; &lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size:130%;color:green;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: green; font-style: italic;"&gt;It's your life. Decide what you want to  eat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-8796239362730897099?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/8796239362730897099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=8796239362730897099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/8796239362730897099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/8796239362730897099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/eat-less-rice.html' title='Eat Less Rice'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-4742610152554928427</id><published>2008-05-23T10:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T10:21:44.868-07:00</updated><title type='text'>Pohon yang Kehilangan Rohnya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan...  Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan banget sih?!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?! Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai balasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-4742610152554928427?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/4742610152554928427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=4742610152554928427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/4742610152554928427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/4742610152554928427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/pohon-yang-kehilangan-rohnya.html' title='Pohon yang Kehilangan Rohnya'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-1717969240962493548</id><published>2008-05-23T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T03:11:35.802-07:00</updated><title type='text'>Shi Sang Chi You Mama Hau ( Must Read - Good Story )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Alkisah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tersebut. Sebagai orang yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; terpandang di kota tersebut, latar belakang wanita tersebut akan merusak reputasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; wanita tersebut bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tersebut, yang menurut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mereka akan sangat merugikan masa depannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang orang tua mengunci anaknya di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ditentukan sepasang kekasih tersebut untuk melarikan diri. Sang wanita sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; akan tercemar, orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; permohonan agar wanita tersebut meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tersebut dapat digunakan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membiayai hidupnya di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tetapi menolak untuk menerima uang tersebut. Ia mencintai sang pria, bukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tersebut untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menghadapi penolakan-penolakan akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang wanita yang malang tersebut tampak tidak punya pilihan lain. Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; seorang ibu. Anaknya seorang laki-laki. Sang ibu bekerja keras siang dan malam,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian-pakaian tetangga dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengeluh dengan pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba-tiba sakit keras.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itupun belum cukup. Ibu tersebut akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tersebut terdiri dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; obat-obat herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mampu membeli obat-obat herbal tersebut, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tersebut telah menolak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Diantara tangisannya, ia tiba-tiba mendapatkan ide. Ia mencari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dilakukan oleh sang ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dan bersama-sama menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya "Di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari-hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang perlu dibiayai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang anak segera pergi ke toko tersebut, yang tidak jauh dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tersebut, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Ternyata, bulan depan sang anak benar-benar muncul untuk membeli jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tangan tersebut. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main-main. Ketika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu? Bukan mencuri kan?". "Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tersebut. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba-tiba tersadar, dari mana uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; untuk membeli jam tersebut. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ditanya berkali-kali tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kebaikan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ke rumah tersebut   heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya. Kebetulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang merupakan family nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menjelaskan. Tetapi tiba-tiba sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           "Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba-tiba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tersebut, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membeli jam tangan kesukaan ibunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; hal tersebut, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?."Maafkan saya, Nak."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Tidak Bu, saya yang bersalah".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Ketika sang ibu dan anaknya berjalan-jalan ke kota, dalam sebuah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bantuanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; solusi yang tepat. Satu-satunya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berkeliling kota, bermain-main di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kegembiraan bersama sang anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Tidak apa-apa Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bersama-sama dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; anak meronta-ronta ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; saya lagi", sang anak mulai menangis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tidak didengarkan anak kecil tersebut. Sang anak menangis tersedu-sedu "Kalau ibu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini",&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tersebut. Tampak anaknya meronta-ronta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dengan ledakan tangis yang memilukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kehilangan satu-satunya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu dibatalkan, demi anaknya juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengumpulkannya. Maka, pada hari tersebut, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memberikan semuanya untuk ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; depan rumah tersebut, menangis "Ibu benar-benar tidak menginginkan saya lagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Hari ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menuju rumah tersebut. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan-tulisan imut anaknya dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; surat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tersebut, tanpa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memohon agar bisa menemukan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba-tiba ingat bahwa ia dan anaknya pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tersebut. Ibunya pernah berkata, bahwa bila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tersebut untuk memohon agar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bisa bertemu dengan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;           Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; tangga, dan berguling-guling jatuh ke bawah?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana-mana, tetapi hasilnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; nihil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengemis. Ibu tersebut terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya  kumal, dan ia tampak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berkomat-kamit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menyanyikan lagu tersebut saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba-raba muka sang anak, lalu bertanya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; "Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; bumi???.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; menganggapnya sebagai orang gila?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; rela mengorbankan nyawanya?..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ataupun disaat Ibu sudah tua :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1.    Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; aku sebagai gantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2.    Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Diantara orang-orang disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak diragukan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-1717969240962493548?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/1717969240962493548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=1717969240962493548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/1717969240962493548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/1717969240962493548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/shi-sang-chi-you-mama-hau-must-read.html' title='Shi Sang Chi You Mama Hau ( Must Read - Good Story )'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-6512747576798655846</id><published>2008-05-23T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T00:50:27.153-07:00</updated><title type='text'>Hot Water and Heart Attack ( important )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;This is a very good article.&lt;br /&gt;Not only about the warm water after your&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meal, but about heart attacks.&lt;br /&gt;This makes sense..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt; Chinese and Japanese drink hot tea with their meals...not cold water...maybe it is time we adopt their drinking&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;habit while eating!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nothing to&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lose, everything to gain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;For those who like to drink cold water, this article is applicable to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;you. It is nice to have a cup of cold drink after a meal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, the cold&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;slow&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;down the digestion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once this "sludge" reacts&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;than the solid food. It will&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;line the intestine.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;after a meal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;A  serious note about heart attacks: You should know that not every&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;heart attack symptom is going to be the left arm hurting. Be aware of intense pain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;the jaw line.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255); font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;You may never have the first chest pain during the course of a heart attack.&lt;br /&gt;Nausea and intense sweating are also common symptoms.     &lt;br /&gt;60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up.   &lt;br /&gt;Pain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt;in the jaw can wake you from a sound sleep. Let's be careful and be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aware.&lt;br /&gt;The more we know, the better chance we could survive&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(64, 64, 255);"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-6512747576798655846?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/6512747576798655846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=6512747576798655846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/6512747576798655846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/6512747576798655846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/this-is-very-good-article.html' title='Hot Water and Heart Attack ( important )'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-5344687226326007708</id><published>2008-05-22T23:49:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T23:59:46.359-07:00</updated><title type='text'>Overwhelming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZqticPBOI/AAAAAAAAAAY/wlsj5rqpqv4/s1600-h/overwhelming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZqticPBOI/AAAAAAAAAAY/wlsj5rqpqv4/s320/overwhelming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203463750045074658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;Always look at the big picture !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-5344687226326007708?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/5344687226326007708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=5344687226326007708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/5344687226326007708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/5344687226326007708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/overwhelming.html' title='Overwhelming'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZqticPBOI/AAAAAAAAAAY/wlsj5rqpqv4/s72-c/overwhelming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-5698465266857317795</id><published>2008-05-22T23:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T23:44:51.698-07:00</updated><title type='text'>but I'm just too shy ( Must Read - Good Story )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;10th Grade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I sat there in English class, I stared at the girl next to me.&lt;br /&gt;She was my so-called "best friend". I stared at her long, silky hair.&lt;br /&gt;I wished she were mine, but she didn't notice me like that. And I knew it.&lt;br /&gt;After class she walked up to me and asked me for the notes she had missed the day before, and I handed them to her.&lt;br /&gt;She said "thanks" and gave me a kiss on the cheek. I wanted to tell her.&lt;br /&gt;I wanted her to know that I don't want to be just friends.&lt;br /&gt;I love her, but I'm just too shy. And I don't know why.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11th Grade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The phone rang. It was her on the other end. She was in tears,&lt;br /&gt;mumbling on and on about how her love had broke her heart. She&lt;br /&gt;asked me to come over because she didn't want to be alone, so I&lt;br /&gt;did. As I sat next to her on the sofa, I stared at her soft eyes,&lt;br /&gt;wishing she was mine. After 2 hours, a Drew Barrymore movie,&lt;br /&gt;and three bags of chips, she decided to go to sleep. She looked at&lt;br /&gt;me, said "thanks," and gave me a kiss on the cheek.  I want to tell&lt;br /&gt;her. I want her to know that I don't want to be just friends.&lt;br /&gt;I love her, but I'm just too shy. And I don't know why.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;12th Grade&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The day before prom she walked to my locker. "My date is sick," she said.&lt;br /&gt;He's not going to go. Well, I didn't have a date and  in 7th grade we made a promise that if neither of us had dates we would go together  just as "best friends," so we did.&lt;br /&gt;Prom night after everything was over I was standing at her front door step.&lt;br /&gt;I stared at her. She smiled at me and stared at me with her crystal eyes.&lt;br /&gt;I want her to be mine, but she doesn't think of me like that, and I know it.&lt;br /&gt;Then she said, "I had the best time, thanks!" and gave me a kiss on the cheek.&lt;br /&gt;I want to tell her. I want her to know that I don't want to be just friends.&lt;br /&gt;I love her, but I'm just too shy. And I don't know why...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Graduation Day&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A day passed. A week passed. A month passed. Before I could blink, it was graduation day.&lt;br /&gt;I watched as her perfect body floated like an angel up on stage to get her diploma.&lt;br /&gt;I wanted her to be mine, but she didn't notice me like that, and I knew it.&lt;br /&gt;Before everyone went home, she came to me in her smock and hat, and she cried as I hugged her. Then, she lifted her head from my shoulder and said, "You're my best friend, thanks!" and gave me a kiss on the cheek.&lt;br /&gt;I want to tell her. I want her to know that I don't want to be  just friends.&lt;br /&gt;I love her, but I'm just too shy. And I don't know why…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Few Years Later&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Now, I sit in the pews of the church. She is getting married, now.&lt;br /&gt;I watched her say, "I do" and drive off to her new life, married to another man.&lt;br /&gt;I wanted her to be mine but she didn't see me like that, and I knew it.&lt;br /&gt;But before she drove away, she came to me and said, "You came!" She said, "thanks!" and kissed me on the cheek. I want to tell her. I want her to know that I don't want to be just friends.&lt;br /&gt;I love her, but I'm just too shy. And I don't know why...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Funeral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;years passed, and I looked down at the coffin of the girl who used to be my best friend."&lt;br /&gt;At the service they read a diary entry she had wrote in her high school years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This is what it read: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I stare at him wishing he were mine. But he doesn't notice me like that, and I know it. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I want to tell him. I want him to know that I don't want to be just friends. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I love him, but I'm just too shy, and I don't know why. I wish he would tell me he loved me…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I wish I did too…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I thought to myself, and I cried.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-5698465266857317795?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/5698465266857317795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=5698465266857317795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/5698465266857317795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/5698465266857317795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/but-im-just-too-shy-must-read-good.html' title='but I&apos;m just too shy ( Must Read - Good Story )'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5295024912117191831.post-4998270408318521582</id><published>2008-05-22T21:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T22:50:20.090-07:00</updated><title type='text'>Interview With Rick Warren</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;This is an absolutely incredible interview with Rick&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Warren,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Purpose Driven Life" author and pastor of Saddleback&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Church in California.&lt;br /&gt;In the interview by Paul&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bradshaw with Rick Warren,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick said:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; People ask me, What is the purpose of life? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; respond: In a nutshell, life is preparation for&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; eternity. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We were made to last forever, and God wants&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; us to be with Him in Heaven.  &lt;br /&gt;One day my heart is&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; going to stop, and that will be the end of my body--&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; but not the end of me.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;I may live 60 to 100 years on earth, but I am going to&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; spend trillions of years in eternity.&lt;br /&gt;This is the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; warm-up act - the dress rehearsal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;God wants us to practice on earth what we will do&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; forever in eternity.&lt;br /&gt;We were made by God and for God,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; and until you figure that out, life isn't going to&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; make sense.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Life is a series of problems:&lt;br /&gt;Either you are in one&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; now, you're just coming out of one,&lt;br /&gt;or you're getting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ready to go into another one.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;The reason for this is that God is more interested in your character than your comfort.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;God is more interested in making your life holy than&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; He is in making your life happy&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;We can be&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; reasonably happy here on earth, but that's not the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; goal of life. &lt;br /&gt;The goal is to grow in character, in&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Christ likeness.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;This past year has been the greatest year of my life&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;but also the toughest, with my wife, Kay, getting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; cancer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;I used to think that life was hills and valleys - you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; go through a dark time,&lt;br /&gt;then you go to the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mountaintop, back and forth. I don't believe that&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; anymore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Rather than life being hills and valleys, I believe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; that it's kind of like two rails on a railroad track,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;and at all times you have something good and something&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bad in your life.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;No matter how good things are in your life,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;there is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; always something bad that needs to be worked on&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;And no matter how bad things are in your life,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;there&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; is always something good you can thank God for&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;You can focus on your purposes, or you can focus on&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; your problems.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;If you focus on your problems,&lt;br /&gt;you're going into&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; self-centeredness, "which is my problem, my issues, my&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pain."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;But one of the easiest ways to get rid of pain is to&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; get your focus off yourself and onto God and others.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;We discovered quickly that in spite of the prayers of&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; hundreds of thousands of people,&lt;br /&gt;God was not going to&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; heal Kay or make it easy for her.  &lt;br /&gt;It has been very&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; difficult for her, and yet God has strengthened her&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; character,&lt;br /&gt;given her a ministry of helping other&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; people, given her a testimony,&lt;br /&gt;drawn her closer to Him&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; and to people.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;You have to learn to deal with both the good and the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; bad of life&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Actually, sometimes learning to deal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; with the good is harder. &lt;br /&gt;For instance, this past&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; year, all of a sudden, when the book sold 15 million&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; copies,&lt;br /&gt;it made me instantly very wealthy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;It also brought a lot of notoriety that I had never&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; had to deal with before. &lt;br /&gt;I don't think God gives you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; money or notoriety for your own ego or for you to live&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; a life of ease.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;So I began to ask God what He wanted me to do with&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; this money&lt;/span&gt;, notoriety and influence. &lt;br /&gt;He gave me two&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; different passages that helped me decide what to do,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;II Corinthians 9 and Psalm 72.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;First&lt;/span&gt;, in spite of all the money coming in,&lt;br /&gt;we would&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;not change our lifestyle one bit. We made no major&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; purchases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Second&lt;/span&gt;, about midway through last year, I stopped&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; taking a salary from the church.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Third&lt;/span&gt;, we set up foundations to fund an initiative we&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; call The Peace Plan to plant churches,&lt;br /&gt;equip leaders,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; assist the poor, care for the sick, and educate the&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; next generation.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fourth&lt;/span&gt;, I added up all that the church had paid me in&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; the 24 years since I started the church,&lt;br /&gt;and I gave it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; all back. It was liberating to be able to serve God&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; for free.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;We need to ask ourselves&lt;/span&gt;: Am I going to live for&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; possessions?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Popularity?&lt;br /&gt;Am I going to be driven by pressures?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Guilt? Bitterness? Materialism? &lt;br /&gt;Or am I going to be&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; driven by God's purposes (for my life)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;When I get up in the morning, I sit on the side of my&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bed&lt;br /&gt;and say, "God, if I don't get anything else done&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;today, I want to know You more and love You better."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;God didn't put me on earth just to fulfill a to-do list. &lt;br /&gt;He's more interested in what I am than what I do.&lt;br /&gt;That's why we're  called human beings, not human&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; doings.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy moments&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRAISE GOD&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Difficult moments&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEEK GOD&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quiet moments&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WORSHIP GOD&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Painful moments&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRUST GOD&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Every moment&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THANK GOD&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5295024912117191831-4998270408318521582?l=bramanditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramanditya.blogspot.com/feeds/4998270408318521582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5295024912117191831&amp;postID=4998270408318521582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/4998270408318521582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5295024912117191831/posts/default/4998270408318521582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramanditya.blogspot.com/2008/05/interview-with-rick-warren.html' title='Interview With Rick Warren'/><author><name>bramanditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14349744735686634133</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_QjnK061wJL8/SDZcOycPBMI/AAAAAAAAAAM/asMS9wU1RtY/S220/P6290085b.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
